
January 13-2025
Oleh: Marisa
Apakah Anda pernah menerima slip gaji, melihat angkanya, dan hanya fokus pada bagian "Gaji Bersih/Dibayarkan" tanpa benar-benar memahami detail di atasnya? Jika ya, Anda tidak sendirian! Bagi banyak orang, slip gaji terasa seperti dokumen misterius yang penuh kode dan potongan yang rumit.
Padahal, slip gaji adalah kunci untuk memahami total nilai kerja Anda. Mari kita bedah komponen-komponen pentingnya agar Anda bisa menjadi lebih cerdas finansial!
1. Komponen Utama: Sumber Uang Anda
Ini adalah bagian yang biasanya sudah kita pahami, namun penting untuk membedakannya:
Komponen | Penjelasan Singkat |
Base Salary | The basic compensation agreed upon for your work, according to your position and normal working hours. |
Gaji Pokok | Imbalan dasar yang disepakati untuk pekerjaan Anda, sesuai posisi dan jam kerja normal. |
Tunjangan Tetap | Imbalan rutin yang diberikan bersamaan dengan gaji pokok dan tidak dipengaruhi kehadiran (misalnya, Tunjangan Jabatan). |
Lembur | Kompensasi untuk jam kerja di luar jam kerja normal yang sudah ditetapkan. |
Intinya: Gaji Pokok + Tunjangan + Lembur = Penghasilan Kotor.
Semua perhitungan potongan akan diambil dari angka ini.
2. Komponen Rahasia: Potongan Wajib yang Sering Terlewat
Inilah area yang sering membuat bingung. Kenapa gaji bersih yang diterima selalu lebih kecil dari yang dijanjikan? Jawabannya ada di potongan wajib ini:
A. Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21)
Ini adalah potongan yang paling umum dan besar. PPh 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan.
- Kenapa dipotong?
Karena setiap warga negara yang memiliki penghasilan di atas batas tertentu (disebut PTKP / Penghasilan Tidak Kena Pajak) wajib membayar pajak kepada negara. - Siapa yang memotong?
Perusahaan Anda (sebagai Pemberi Kerja) bertindak sebagai pemotong dan penyetor PPh 21 ke kas negara. - Apa yang memengaruhi besarannya?
Status perkawinan (K/TK), jumlah tanggungan, dan besarnya penghasilan kotor Anda.
B. Jaminan Sosial (BPJS Ketenagakerjaan)
Ini adalah program perlindungan sosial yang wajib diikuti oleh setiap pekerja untuk menjamin masa depan mereka. Potongannya terdiri dari beberapa program:
Program | Besaran Potongan (Perkiraan) | Manfaat Singkat |
JHT (Jaminan Hari Tua) | 2% dari Gaji | Dana tabungan jangka panjang yang bisa dicairkan saat pensiun atau berhenti kerja. |
JP (Jaminan Pensiun) | 1% dari Gaji | Memberikan penghasilan bulanan setelah mencapai usia pensiun. |
JKK & JKM | (Dibiayai Perusahaan) | Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Anda jarang melihat potongan ini karena biasanya ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. |
C. Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan)
Ini adalah iuran untuk asuransi kesehatan wajib yang dikelola oleh pemerintah:
- Besaran Potongan (Perkiraan): 1% dari Gaji.
- Fungsi: Memastikan Anda dan keluarga (jika ditanggung) mendapatkan akses layanan kesehatan yang terjangkau.
Ingatlah: Potongan BPJS ini adalah investasi untuk masa depan Anda. Uang tersebut tidak hilang, melainkan disimpan untuk kondisi darurat (kecelakaan/sakit) atau masa pensiun.
3. Komponen Tambahan: Potongan dan Tunjangan Lain
Selain yang wajib di atas, Anda mungkin menemukan komponen ini:
- Pinjaman Karyawan: Potongan cicilan untuk pinjaman yang diberikan oleh perusahaan kepada Anda.
- Iuran Serikat Pekerja: Jika Anda terdaftar sebagai anggota serikat pekerja.
- Tunjangan Hari Raya (THR) / Bonus Tahunan: Ini adalah penghasilan tambahan yang biasanya dibayarkan secara terpisah atau digabungkan, namun harus dicatat dan dikenakan PPh 21.
Pelajari lebih lanjut dan konsultasi dengan tim ahli Qando Qoaching di Qando Qoaching at: https://campsite.bio/qqgrou, dan tetap terupdate melalui saluran media sosial resmi kami.
Mari bersama melangkah menuju Indonesia hebat!
