{"id":2760,"date":"2019-05-02T09:57:12","date_gmt":"2019-05-02T09:57:12","guid":{"rendered":"https:\/\/qq.co.id\/?p=2760"},"modified":"2025-07-29T15:07:18","modified_gmt":"2025-07-29T08:07:18","slug":"bijaksana-dalam-berdebat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qq.co.id\/id\/bijaksana-dalam-berdebat\/","title":{"rendered":"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"800\" src=\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2761\"\/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><\/h2>\n\n\n\n<p>Yan\nHui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada\nsuatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang\ndikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain\nsedang berdebat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembeli berteriak: <em>\u201c3\u00d78 = 23, kenapa kamu bilang 24?\u201d<\/em>\nYan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: <em>\u201cSobat, 3\u00d78 = 24, tidak usah\ndiperdebatkan lagi\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui\ndan berkata: \u201cSiapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta\nke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yan Hui: <em>\u201cBaik, jika Confusius bilang kamu salah,\nbagaimana?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pembeli kain: <em>\u201cKalau Confusius bilang saya salah,\nkepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?\u201d<\/em> Yan Hui: <em>\u201cKalau\nsaya yang salah, jabatanku untukmu.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari\nConfusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada\nYan Hui sambil tertawa: <em>\u201c3\u00d78 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu\nkepada dia.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius bilang dia salah,\nditurunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain. Orang itu mengambil\ntopi Yan Hui dan berlalu dengan puas.<\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi\nhatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia\ntidak mau lagi belajar darinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga.\nConfusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat,\nYan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya\nselesai, dan memberi Yan Hui dua nasehat : <em>\u201cBila hujan lebat, janganlah\nberteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Yan Hui menjawab, <em>\u201cBaiklah.\u201d<\/em> Lalu berangkat\npulang. Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir,\nkelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah\npohon tapi tiba-tiba ingat nasehat Confusius dan dalam hati berpikir untuk\nmenuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon itu. Belum lama dia\npergi, petir menyambar dan pohon itu hancur.<\/p>\n\n\n\n<p>Yan Hui terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah\nterbukti. Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut\nmalam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya\nuntuk membuka kamarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada\nseorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah,\ndan mau menghunus pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat\nlagi nasehat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata\nyang tidur di samping istrinya adalah adik istrinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius,\nberlutut dan berkata: <em>\u201cGuru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?\u201d<\/em>\nConfusius berkata: <em>\u201cKemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun\nhujan petir, makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung di bawah pohon.\nKamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu\nagar jangan membunuh\u201d. <\/em>Yan Hui berkata:<em> \u201cGuru, perkiraanmu hebat sekali,\nmurid sangatlah kagum.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Confusius berkata: <em>\u201cAku tahu kamu minta cuti bukanlah\nkarena urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu\npikir. Kemarin guru bilang 3\u00d78=23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan\njabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3\u00d78=24 adalah benar, si pembeli kainlah\nyang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa. Menurutmu, jabatanmu lebih\npenting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : <em>\u201cGuru\nmementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.\nMurid benar2 malu.\u201d<\/em> Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu\nmengikutinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita ini mengingatkan kita: Walaupun aku bertaruh dan\nmemenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu\nanggap adalah kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.\nBanyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian\nuntuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur\nselangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat kita kasih\nsample barang lagi, kita akan mengerti)<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya\nkalah juga. (Saat penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya\nkalah juga. (Istri tidak mau menghiraukanmu, semua harus <em>\u201cdo it yourself\u201d<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<p>Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya\nkalah juga. (Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman)<\/p>\n\n\n\n<p>(Sumber: Wisdom Chung Hwa Hwee Koan)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: \u201c3\u00d78 = 23, kenapa kamu bilang 24?\u201d Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: \u201cSobat, [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2761,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"post","format":"standard","meta":{"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-2760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>BIJAKSANA DALAM BERDEBAT - Qando Qoaching<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari kebijaksanaan dari kisah Yan Hui dan Confusius tentang memilih yang lebih penting antara prinsip dan hal-hal yang lebih berharga.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/qq.co.id\/id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT - Qando Qoaching\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari kebijaksanaan dari kisah Yan Hui dan Confusius tentang memilih yang lebih penting antara prinsip dan hal-hal yang lebih berharga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/qq.co.id\/id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Qando Qoaching\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-02T09:57:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-29T08:07:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Qando Qoaching\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Qando Qoaching\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\"},\"author\":{\"name\":\"Qando Qoaching\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421\"},\"headline\":\"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT\",\"datePublished\":\"2019-05-02T09:57:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-29T08:07:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\"},\"wordCount\":691,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\",\"name\":\"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT - Qando Qoaching\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg\",\"datePublished\":\"2019-05-02T09:57:12+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-29T08:07:18+00:00\",\"description\":\"Pelajari kebijaksanaan dari kisah Yan Hui dan Confusius tentang memilih yang lebih penting antara prinsip dan hal-hal yang lebih berharga.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg\",\"width\":800,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/qq.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/\",\"name\":\"Qando Qoaching\",\"description\":\"Management and Human Capital Consultant\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/qq.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#organization\",\"name\":\"Qando Qoaching\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png\",\"width\":350,\"height\":100,\"caption\":\"Qando Qoaching\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/qandoqoaching\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421\",\"name\":\"Qando Qoaching\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1777859354\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1777859354\",\"caption\":\"Qando Qoaching\"},\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/id\/author\/qando\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT - Qando Qoaching","description":"Pelajari kebijaksanaan dari kisah Yan Hui dan Confusius tentang memilih yang lebih penting antara prinsip dan hal-hal yang lebih berharga.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/qq.co.id\/id\/bijaksana-dalam-berdebat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT - Qando Qoaching","og_description":"Pelajari kebijaksanaan dari kisah Yan Hui dan Confusius tentang memilih yang lebih penting antara prinsip dan hal-hal yang lebih berharga.","og_url":"https:\/\/qq.co.id\/id\/bijaksana-dalam-berdebat\/","og_site_name":"Qando Qoaching","article_published_time":"2019-05-02T09:57:12+00:00","article_modified_time":"2025-07-29T08:07:18+00:00","og_image":[{"width":800,"height":800,"url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Qando Qoaching","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Qando Qoaching","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/"},"author":{"name":"Qando Qoaching","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421"},"headline":"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT","datePublished":"2019-05-02T09:57:12+00:00","dateModified":"2025-07-29T08:07:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/"},"wordCount":691,"publisher":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/","url":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/","name":"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT - Qando Qoaching","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg","datePublished":"2019-05-02T09:57:12+00:00","dateModified":"2025-07-29T08:07:18+00:00","description":"Pelajari kebijaksanaan dari kisah Yan Hui dan Confusius tentang memilih yang lebih penting antara prinsip dan hal-hal yang lebih berharga.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#primaryimage","url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg","contentUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Debat.jpg","width":800,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/qq.co.id\/bijaksana-dalam-berdebat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/qq.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"BIJAKSANA DALAM BERDEBAT"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#website","url":"https:\/\/qq.co.id\/","name":"Qando Qoaching","description":"Management and Human Capital Consultant","publisher":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/qq.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#organization","name":"Qando Qoaching","url":"https:\/\/qq.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png","contentUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png","width":350,"height":100,"caption":"Qando Qoaching"},"image":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/qandoqoaching\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421","name":"Qando Qoaching","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1777859354","contentUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1777859354","caption":"Qando Qoaching"},"url":"https:\/\/qq.co.id\/id\/author\/qando\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2760"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13847,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2760\/revisions\/13847"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}