{"id":2736,"date":"2019-03-19T16:19:24","date_gmt":"2019-03-19T16:19:24","guid":{"rendered":"https:\/\/qq.co.id\/?p=2736"},"modified":"2025-07-29T15:14:02","modified_gmt":"2025-07-29T08:14:02","slug":"kiat-menjaga-kepercayaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/qq.co.id\/id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/","title":{"rendered":"Kiat Menjaga Kepercayaan"},"content":{"rendered":"<p>Kepercayaan adalah\nlandasan dari setiap hubungan yang sehat, produktif, dan menguntungkan. Jika\nAnda sudah mendapatkan kepercayaan, jangan sia-siakan kepercayaan mereka.\nKarena nila setitik, rusak susu sebelanga. Namun, mempertahankan sebuah\nkepercayaan bukanlah sesuatu yang mudah. Kepercayaan yang telah lama terbangun\nbisa tiba \u2013 tiba hilang dalam seketika. Bagaimanakah cara untuk mendapatkan\nsekaligus menjaga kepercayaan dari orang lain? Simak beberapa langkah dalam membangun\ndan mempertahankan kepercayaan berikut ini yang diambil dari How to Win Friends\nand Influence People dari Dale Carnegie.<\/p>\n\n\n\n<p>1.&nbsp;&nbsp;\nMenghindari argumen<\/p>\n\n\n\n<p>Berdebat dengan\norang lain jarang sekali membuahkan hasil. Biasanya,perdebatan justru berakhir\ndengan salah satu pihak semakin yakin dengan kebenarannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak peduli\nbetapa ekspresif ataupun persuasifnya orang yang gemar dalam beradu argumen,\npada akhirnya pesan tersebut tidak akan tersampaikan karena orang lain justru\nakan cenderung menghindari orang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Jangan pernah mengatakan \u201ckau salah\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak perlu menunjukkan kesalahan yang dilakukan orang lain. Hal itu tidak\nakan membuat kita disukai. Memberitahu\norang \u2013 orang bahwa mereka salah hanya akan membuat orang memusuhi kita. Hanya\nsedikit orang yang mampu menanggapi dengan logis saat diberitahu bahwa mereka\nsalah. Mulailah sebuah topik percakapan dengan benak yang kosong, seakan \u2013 akan\nkita tidak mengetahui topik pembicaraan tersebut. Dengan mengambil pendekatan\nyang lebih rendah hati dan jujur, mengakui kemungkinan bahwa kita tidak\nmengetahui seluruh fakta dan mungkin kita bukanlah satu-satunya yang benar akan\nmenuntun keterbukaan yang membuat orang lain merasa lebih nyaman dan\nmenumbuhkan kepercayaan untuk menceritakan segala sesuatu yang sebenarnya\nmenjadi akar permasalahan yang sedang ia hadapi dari sudut pandang yang\nberbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>3. Akui kesalahan dengan cepat &amp; sungguh \u2013 sungguh<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan mengapa kita begitu sulit untuk mengakui kesalahan adalah\nterkadang kita melupakan esensi yang terkandung dari permintaan maaf secara langsung\nitu sendiri. Yaitu pernyataan bahwa kita sungguh \u2013 sungguh peduli dengan orang\n\u2013 orang yang tersakiti oleh kita, bahwa kita merasa rendah diri,<\/p>\n\n\n\n<p>dan kita ingin meluruskan permasalahan yang terjadi. Pada dasarnya, orang\nakan lebih bersedia memaafkan mereka yang mau mengakui kesalahannya. Jika kita menarik\ndiri dan bersikap mengambang menanggapi kesalahan kita, sikap tersebut tidak\nakan melegakan diri dari rasa bersalah dan keinginan untuk membela diri serta\nmerubah keadaan. Ada semacam kepuasan ketika kita memiliki keberanian untuk\nmengakui kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>4.&nbsp; Awali\ndengan sikap ramah<\/p>\n\n\n\n<p>Keramahan\nmendapatkan keramahan. Kita cenderung setuju dengan orang lain atau melihat hal\n\u2013 hal dari perspektifnya saat kita memiliki perasaan yang akrab dengannya.\nLuangkan sedikit waktu untuk menanyakan kehidupan atau situasi pekerjaan orang\nlain atau menciptakan sebuah hubungan dengan orang tersebut melalui minat yang\nsama. Jika kita mengawali percakapan dengan ramah, kita akan lebih mungkin mendapatkanhasil\npositif yang kita cari. Terlebih jika orang yang kita ajak interaksi tersebut\nsedang mengalami masalah. Mendapatkan teman selalu dimulai dengan sikap yang\nramah.<\/p>\n\n\n\n<p>5.&nbsp; Akses\nafinitas<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam komunikasi\nkita harus menawarkan terlebih dahulu apa yang mereka inginkan. Hanya dengan\nbegitu, kita berada dalam level kepercayaan yang memperbolehkan kita untuk\npercaya diri dan menawarkan bantuan kepada orang lain. Menetapkan kesamaan atau\nafinitas sedari awal akan mempermudah dan memperbesar kemungkinan menjalin\nkepercayaan dengan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>6.&nbsp; Biarkan\norang lain mendapatkan pengakuan<\/p>\n\n\n\n<p>Menyerahkan\npengakuan kepada orang lain untuk sebuah penghargaan tidak lahir dari aktivitas\nuntuk mencari perhatian. Akan tetapi, hal itu merupakan suatu bentuk untuk\nkepercayaan diri yang luar biasa sehingga kita dapat menjadi manusia yang jauh\nlebih baik saat orang \u2013 orang di sekitar kita tahu mereka memegang peranan\npenting tidak hanya di dalam kesuksesan bersama tetapi juga di dalam kesuksesan\npribadi kita. Kesuksesan kita\nsepadan dengan jumlah orang yang ingin menyaksikan kita sukses.<\/p>\n\n\n\n<p>7.&nbsp; Terlibat\nsecara empatik<\/p>\n\n\n\n<p>Empati adalah\nkekuatan yang tidak terelakkan dari pendekatan berdasarkan kemurahan hati dan\npengertian. Saat kita meluangkan waktu untuk melihat dari perspektif orang\nlain, kita akan bersimpati kepada perasaan dan gagasannya. Kita akan mempu\nuntuk secara tulus memahami perasaan orang tersebut dan merasakan hal yang ia\nrasakan ketika kita berada di posisinya.<\/p>\n\n\n\n<p>8. Gugah sifat mulia<\/p>\n\n\n\n<p>Kita semua ingin menjadi orang yang berarti bagi orang lain. Menggugah\nsifat baik di dalam diri orang \u2013 orang akan meningkatkan kepercayaan dirinya\ndan membuat dirinya merasa lebih berharga. Agar dapat memiliki hubungan yang\nsejati dengan orang lain, kita harus memuliakan martabatnya. Dengan demikian, kita\njuga memuliakan martabat kita sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>9. Berbagi perjalanan<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia tidak ingin diperlakukan sebagai komoditas, lebih dari itu, mereka\ntidak ingin kehidupan mereka dipandang sebagai kehidupan biasa. Manusia ingin merasa\npenting, dan cara terbaik untuk menunjukkannya adalah dengan berbagi cerita\ndengan mereka, serta memperbolehkan mereka untuk berbagi kisah perjalanan hebat\nmereka. Saat \u201cperjalanan\nAnda\u201d menjadi \u201cperjalanan Kita\u201d, kita akan sama \u2013 sama tertarik untuk melihat\nke mana perjalanan itu mengarah bersama \u2013 sama.<\/p>\n\n\n\n<p>10. Berikan tantangan<\/p>\n\n\n\n<p>Semua orang menghadapi tantangan dalam hidupnya, tidak penting seperti apa\ntantangan itu, yang penting adalah bagaimana cara kita menghadapinya. Carilah sebuah\nkesamaan yang bisa mendorong sebuah kompetisi yang bisa memiliki arti lebih\ndari sekedar mencapai garis akhir, tetapi juga menawarkan pertemanan yang\nbertahan lama dan menggabungkan pengaruh untuk perubahan yang positif. Jika ada\nseseorang yang ingin kita bantu untuk berubah, berikan sebuah tantangan yang\nmelibatkan kita juga karena saat bersaing kita akan berusaha untuk menang, dan\nkemenangan itulah yang dapat membuat kita merasa sukses dan penting.\n\n(Dikutip dari Wingsofravenclaw.wordpress.com)\n\n\n\n<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepercayaan adalah landasan dari setiap hubungan yang sehat, produktif, dan menguntungkan. Jika Anda sudah mendapatkan kepercayaan, jangan sia-siakan kepercayaan mereka. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Namun, mempertahankan sebuah kepercayaan bukanlah sesuatu yang mudah. Kepercayaan yang telah lama terbangun bisa tiba \u2013 tiba hilang dalam seketika. Bagaimanakah cara untuk mendapatkan sekaligus menjaga kepercayaan dari orang [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":2741,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"post","format":"standard","meta":{"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-2736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kiat Menjaga Kepercayaan - Qando Qoaching<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari 10 cara membangun dan mempertahankan kepercayaan, seperti menghindari argumen, mengakui kesalahan, dan menunjukkan empati.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/qq.co.id\/id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kiat Menjaga Kepercayaan - Qando Qoaching\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari 10 cara membangun dan mempertahankan kepercayaan, seperti menghindari argumen, mengakui kesalahan, dan menunjukkan empati.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/qq.co.id\/id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Qando Qoaching\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-03-19T16:19:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-29T08:14:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"848\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"565\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Qando Qoaching\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Qando Qoaching\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Qando Qoaching\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421\"},\"headline\":\"Kiat Menjaga Kepercayaan\",\"datePublished\":\"2019-03-19T16:19:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-29T08:14:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\"},\"wordCount\":830,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\",\"name\":\"Kiat Menjaga Kepercayaan - Qando Qoaching\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg\",\"datePublished\":\"2019-03-19T16:19:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-29T08:14:02+00:00\",\"description\":\"Pelajari 10 cara membangun dan mempertahankan kepercayaan, seperti menghindari argumen, mengakui kesalahan, dan menunjukkan empati.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg\",\"width\":848,\"height\":565},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/qq.co.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kiat Menjaga Kepercayaan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/\",\"name\":\"Qando Qoaching\",\"description\":\"Management and Human Capital Consultant\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/qq.co.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#organization\",\"name\":\"Qando Qoaching\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png\",\"width\":350,\"height\":100,\"caption\":\"Qando Qoaching\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/qandoqoaching\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421\",\"name\":\"Qando Qoaching\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1775438407\",\"contentUrl\":\"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1775438407\",\"caption\":\"Qando Qoaching\"},\"url\":\"https:\/\/qq.co.id\/id\/author\/qando\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kiat Menjaga Kepercayaan - Qando Qoaching","description":"Pelajari 10 cara membangun dan mempertahankan kepercayaan, seperti menghindari argumen, mengakui kesalahan, dan menunjukkan empati.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/qq.co.id\/id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kiat Menjaga Kepercayaan - Qando Qoaching","og_description":"Pelajari 10 cara membangun dan mempertahankan kepercayaan, seperti menghindari argumen, mengakui kesalahan, dan menunjukkan empati.","og_url":"https:\/\/qq.co.id\/id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/","og_site_name":"Qando Qoaching","article_published_time":"2019-03-19T16:19:24+00:00","article_modified_time":"2025-07-29T08:14:02+00:00","og_image":[{"width":848,"height":565,"url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Qando Qoaching","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Qando Qoaching","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/"},"author":{"name":"Qando Qoaching","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421"},"headline":"Kiat Menjaga Kepercayaan","datePublished":"2019-03-19T16:19:24+00:00","dateModified":"2025-07-29T08:14:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/"},"wordCount":830,"publisher":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/","url":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/","name":"Kiat Menjaga Kepercayaan - Qando Qoaching","isPartOf":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg","datePublished":"2019-03-19T16:19:24+00:00","dateModified":"2025-07-29T08:14:02+00:00","description":"Pelajari 10 cara membangun dan mempertahankan kepercayaan, seperti menghindari argumen, mengakui kesalahan, dan menunjukkan empati.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/Trust-1.jpg","width":848,"height":565},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/qq.co.id\/kiat-menjaga-kepercayaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/qq.co.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kiat Menjaga Kepercayaan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#website","url":"https:\/\/qq.co.id\/","name":"Qando Qoaching","description":"Management and Human Capital Consultant","publisher":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/qq.co.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#organization","name":"Qando Qoaching","url":"https:\/\/qq.co.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png","contentUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/QQ-logo-2.png","width":350,"height":100,"caption":"Qando Qoaching"},"image":{"@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/qandoqoaching\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/6f68c0ef00c6ece45c8200c11ce45421","name":"Qando Qoaching","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/qq.co.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1775438407","contentUrl":"https:\/\/qq.co.id\/wp-content\/litespeed\/avatar\/80c0b94751e70f0f3b5341fa9e87da90.jpg?ver=1775438407","caption":"Qando Qoaching"},"url":"https:\/\/qq.co.id\/id\/author\/qando\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2736"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13851,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2736\/revisions\/13851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/qq.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}