By. Rachel Stefanie Halim

Sampson Gordon “Sam” Berns, baru berusia 17 tahun ketika -dengan sangat percaya diri dan memikat- menyampaikan filosofi hidup bahagianya di depan audiens. Fisiknya seperti seorang berusia 70 tahun, karena Sindrom Progeria yang dideritanya. Hutchinson–Gilford progeria syndrome, adalah penyakit genetik langka yang membuat penderitanya menjadi tua lebih cepat. Di dunia, penderita progeria tercatat hanya 350 orang.

Ketika ditanya oleh produser film dokumenter HBO yang akan merekam kehidupannya -film sudah jadi : “Life According to Sam” – bagaimana rasanya menjadi seorang penderita Progeria, maka Sam menjawab dengan ceria, “Saya menjalani hidup yang bahagia.”

Di depan audiens yang mendengar dengan antusias pidatonya, Sam membeberkan Filosofi Hidup Bahagianya, salah satunya adalah “Keep moving forward”, “Terus bergerak maju ke depan”.

Banyak orang terjebak di masa lalu, tidak pernah “piknik” melihat hal baru di luar cangkangnya, sehingga hidupnya mandeg dan tidak kreatif. Atau bisa juga terlalu takut/malas memulai hal baru, sehingga karirnya tak pernah menanjak.

Meski usianya hanya sampai 18 tahun dan harus menikmati hidup dengan Sindrom Progeria, Sam Berns mampu menyelesaikan pertandingan dengan penuh bahagia dan menjadi seorang juara. Sementara banyak orang dengan segala keberlimpahan justru kalah dalam pertandingan, bukan karena tidak mampu, tetapi hanya karena mereka takut keluar dari zona nyamannya.

Sahabat QQ, Jangan selalu melihat ke masa lalu. Maju terus, buka pintu kesempatan baru dan kerjakan hal-hal baru. Jangan tunggu kesempatan datang, tapi kejar dan tangkaplah kesempatan baru.