Kerja Cerdas

(By: Rachel Stefanie Halim) Penyandang Retinitis Pigmentosa

“Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya,

tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.”

Di dalam got yang gelap hiduplah dua ekor tikus bersaudara. Suatu saat kedua ekor tikus ini melihat sebuah roti keju dari lubang sebuah selokan. Tikus-tikus ini ingin sekali memakannya tetapi sayang lubang selokan itu tertutup oleh jeruji besi yang sangat kuat. Kedua tikus ini berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan jeruji besi itu dengan gigi-gigi mereka yang tajam. Tetapi gigi mereka mulai rusak, karena jeruji besi itu terlalu keras. Tikus pertama berkata dalam hatinya: “Aku tidak akan menyerah. Setelah beristirahat, aku akan menghancurkan jeruji besi itu dengan sekuat tenagaku.” Tikus kedua termenung dan berpikir : “Aku akan kehilangan semua gigiku jika aku nekat menggigiti jeruji itu. Ada baiknya kalau aku mengambil jalan lain saja untuk mendapatkan roti keju itu.”

Setelah beristirahat sejenak, tikus pertama mulai menggigiti lagi jeruji besi itu dengan sekuat tenaga, sedangkan tikus kedua berhenti dari usahanya. Melihat tikus kedua mundur diri, tikus pertama mulai mengejek, “Kamu itu sifatnya mudah menyerah dan tidak ulet bekerja, mana mungkin kamu bisa berhasil dalam kehidupanmu?” Tikus kedua tidak mempedulikan ejekan saudaranya, dia mundur mencari jalan lain ke tempat roti keju itu. Akhirnya tikus kedua berhasil memperoleh jalan ke tempat roti keju itu sedangkan tikus pertama kelelahan dan hancur semua giginya.

Cerita ini merupakan cerita yang agak kontradiktif, tetapi yang ingin disampaikan di sini adalah hendaklah kita memakai kejelian dan kecerdasan untuk memecahkan masalah dan bukan hanya mengandalkan keuletan dan kerajinan untuk bekerja. Pantang menyerah itu baik, kerja keras pun adalah baik, tetapi jika tanpa diimbangi dengan kerja cerdas semuanya sia-sia, maka pakailah KECERDASAN kita; Bagaimana kita bekerja sebaik mungkin dengan hasil yang lebih besar untuk usaha yang sama. Atau, hasil yang sama dengan usaha yang lebih sedikit. Seperti misalnya: belajar dari orang yang telah berhasil, sehingga kita tidak perlu membuang banyak waktu dengan memulai dari nol lagi.

Saya pribadi walaupun dengan keterbatasan saya yang tidak melihat, saya dapat menyiasati pekerjaan saya dengan cara-cara cerdas. Saya menghafal 600 extension pada waktu perjalanan kekantor atau pada saat pulang kerumah, sehingga dalam waktu 2bulan saya bisa mengingat semua extension. Untuk pekerjaan rumah tanggapun saat saya memasak, supaya memudahkan saya memasak, saya menyiasati dengan memberi tulisan huruf braille di setiap tempat bumbu-bumbu. Bayangkan kalau saya hanya mengandalkan teman atau keluarga  saya, pasti saya tidak bisa maksimal dalam bekerja.

Sahabat QQ yang luar biasa, mencerdasi pekerjaan akan menghasilkan kerja maksimal, baik dalam hal waktu, biaya maupun tenaga. Tuhan sudah mengaruniakan akal budi kepada kita, maka cerdaslah dalam bekerja.

“It takes a lot of things to prove you are smart, but only one thing to prove you are ignorant.”

-Don Herold-