Semua Buat Semua

Belakangan ini muncul fenomena yang menganggap bahwa kemerdekaan itu diperjuangkan hanya oleh kelompok atau golongan tertentu, sehingga kelompok/golongan tersebut merasa paling berhak atas kemerdekaan yang sudah diraih. Padahal sejarah mencatat kemerdekaan itu diperjuangkan oleh seluruh golongan, dari Sabang sampai Merauke, dari kalangan elit sampai rakyat jelata, semua turut berjuang. Karena itu, siapa pun kita, asal kita adalah rakyat Indonesia, semuanya berhak atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan dan bertanggungjawab dalam mempertahankan kemerdekaan itu.
Seperti isi pidato Bung Karno yang dinyatakan dalam Sidang di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, yang antara lain berbunyi sebagai berikut:
“Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indonesia buat Indonesia, semua buat semua!”
Dengan demikian, sudah selayaknya dan semestinya kita bahu-membahu dalam menghadang intoleransi di Tanah Air yang selalu meresahkan banyak pihak, entah masyarakat maupun kalangan elit. Karena negara Republik Indonesia ini bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, bukan milik satu golongan adat-istiadat, tetapi milik kita semua.
SEMANGAT KEMERDEKAAN INDONESIA, SEMANGAT KERJA BERSAMA UNTUK SEMUA