Implementasi Nilai Pancasila Dalam Dunia Kerja

By. Rachel Stefanie Halim

“Pancasila itu jiwa dan raga kita. Ada di aliran darah dan detak jantung kita, perekat keutuhan bangsa dan negara. Saya Jokowi, Saya Indonesia, Saya Pancasila,” Presiden mengungkapkan hal tersebut melalui video pada akun instagram-nya, @jokowi, yang di-posting, pada Senin (29/5/2017).

Pada akhir caption postingan tersebut, Jokowi menyelipkan pertanyaan, “Kalau kamu?”.

Jika ditanya tentang isi kelima sila dalam Pancasila, pasti semua dari kita masih mampu mengingatnya dengan sangat baik. Sudah sejak sekolah dasar, sampai kita meneruskannya kembali ke anak-cucu kita, atau setidaknya mendengarnya kembali dari mulut anak-anak yang diwajibkan untuk menghafal kelima sila tersebut, membuat Pancasila melekat erat di ingatan setiap warga negara Indonesia. Terlebih nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila secara subtansial merupakan kunci emas dalam mempertahankan mutu segala bidang kehidupan, baik agama, politik, ekonomi, sosial, hukum, budaya dan sebagainya. Namun pertanyaannya sekarang adalah, masihkah nilai-nilai Pancasila tersebut relevan dengan kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam kaitannya dengan semangat bekerja?Mari kita coba telusuri contoh-contoh sikap yang mencerminkan manusia Pancasila dalam dunia kerja yang bisa kita praktekkan:

  1. Nilai, Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Mempraktekan prinsip KERJA SEBAGAI IBADAH, yaitu dengan menunjukkan sikap selalu bersyukur atas setiap pekerjaan yang telah diamanahkan kepada kita, menjalankannya dengan ikhlas dan sepenuh hati.
  • Memiliki rasa TAKUT KEPADA TUHAN, sehingga kita akan selalu berhati-hati dalam bertindak, menjauhi kejahatan, seperti praktek suap/korupsi, dan praktek2 yg merugikan perusahaan tmpt kita bekerja.
  • Tidak mengganggu, menghalangi-halangi atau menghina rekan yang berlainan agama dalam beribadah.
  • Mengutamakan KEJUJURAN di atas segalanya.
  • Percaya bahwa Allah sudah memberikan kelebihan dan kekurangan kepada setiap manusia, sehingga kita wajib mengembangkan setiap potensi yang kita miliki.
  1. Nilai, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
  • MENOLONG teman yang sedang kesusahan.
  • Bersikap adil, TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN dalam memilih rekan sekerja, bawahan atau customer.
  • Memiliki sikap SALING BERBAGI, baik ilmu maupun hal-hal positif lainnya yang dapat meningkatkan pengembangan diri semua bagian, dari level terendah sampai tertinggi.
  • Meminta maaf atau MEMAAFKAN apabila melakukan kesalahan.
  • HORMAT dan TAAT kepada atasan, meskipun atasan tidak sesuai dengan harapan kita.
  1. Nilai, Persatuan Indonesia
  • Membangun semangat KERJASAMA dan saling MENDUKUNG antar department dalam mengerjakan sesuatu.
  • Tidak membeda-bedakan tim dikantor, asalnya dari mana, sukunya darimana, agamanya apa, belajar menerima setiap perbedaan tim yang ada dikantor.
  • Menggunakan BAHASA INDONESIA yang baik dan benar dalam berkomunikasi.
  1. Nilai, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
  • Membiasakan diri BERMUSYAWARAH dalam menyelesaikan masalah.
  • Berani memberikan usulan dan masukkan dalam sebuah diskusi dikantor
  • Menerima kekalahan dengan ikhlas
  • Berani mengungkapkan kesalahan, tindakan semena-mena atau sikap yang sudah menyalahi peraturan perusahaan, baik yang dilakukan rekan sekerja maupun atasan
  • Melaksanakan segala aturan dan keputusan bersama dengan ikhlas dan bertanggung jawab.
  1. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Seorang pemimpin memberikan tugas yang merata dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak buahnya.
  • Seorang pemimpin harus berani memberikan PUJIAN kepada karyawan yang berprestasi, dan teguran/nasihat kepada karyawan yang malas/kurang berprestasi.
  • Merekrut karyawan bukan karena kesamaan suku, ras atau agamanya, tetapi berdasarkan kompetensi yang dimiliki.
  • PEDULI terhadap seluruh anggota tim, dari level terendah sampai tertinggi

Sekali lagi pertanyaannya kalau kamu Indonesia kalau kamu Pancasila, apa yang mau kamu lakukan??