Berpikir Benar

By.  Rachel Stefanie Halim

(Penyandang Tuna Netra -Pembicara motivasi )

Setiap orang pasti berharap memiliki nasib yang baik, hidup sukses dan penuh kebahagiaan. Tapi kerap kali yang terjadi sebaliknya, mereka justru kehilangan semuanya itu. Mereka mulai mengeluh, menyalahkan Tuhan atas nasib mereka yang jelek, bertanya-tanya mengapa hidup mereka jauh dari kata bahagia. Tanpa mereka sadari, sesungguhnya jawaban atas permasalahan mereka itu terletak dalam pikiran mereka sendiri. Apa yang kita pikirkan, itulah yang akan menentukan hidup kita selanjutnya.

Jika yang ada dalam pikiran kita selalu hal-hal negatif, maka dampak yang kita rasakan pun akan negatif. kemudian menular pada perkataan kita, lalu tindakan kita. Dari tindakan yang berulang akan menjadi kebiasaan kita, hingga akhirnya membentuk karakter kita, yang berujung pada terbentuknya nasib kita sendiri. Sebaliknya, jika yang kita pikirkan selalu hal-hal positif, maka positif jugalah hasil yang kita dapatkan. Atau, ada juga yang sudah berpikir positif, tapi saat tantangan datang melanda, mereka langsung jatuh terpuruk. Itu disebabkan kita hanya berpikir positif, bukan berpikir benar.

Apa yang kita anggap positif belum tentu benar, tapi yang benar sudah pasti benar. Lalu seperti apakah berpikir benar itu? Berpikir dengan disertai sebuah kebenaran. Jika kita gagal, maka kebenarannya adalah : kegagalan merupakan langkah awal menuju keberhasilan. Jika atasan kita di kantor menganggap kita tidak mampu, maka kebenarannya adalah : Orang sukses pasti tantangannya banyak.

saya mendapatkan tantangan, maka hal itu membuktikan sebentar lagi saya akan menjadi orang sukses, karena telah berhasil melewati satu tantangan.

Kalau kita berpikir bangsa kita tidak akan maju, kebenarannya adalah: bangsa kita akan maju dimulai dari saya yang berpikir pasti bangsa ini maju .

Karena itu, teruslah berlatih untuk selalu berpikir benar, maka nasib baik, kemajuan, kesuksesan dan kebahagiaan akan menjadi milik kita.